Rabu, 15 November 2017

Keuntungan dan Kerugian Mengikuti Organisasi Profesi Dalam Masyarakat

Keuntungan dan Kerugian Mengikuti Organisasi Profesi Dalam Masyarakat
Keuntungan
1.    Dapat mencapai tujuan yang diharapkan bersama dengan lebih efisien
Terbentuknya suatu organisasi tentu memiliki suatu tujuan yang berkaitan dengan hajat para anggota yang ingin hendak dicapai. Dan salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari berorganisasi adalah bisa tercapainya tujuan tersebut dengan lebih mudah. Mengapa demikian? Karena seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa dalam sebuah organisasi terdapat struktur pembagian kerja serta struktur tata hubungan kerja bagi setiap anggotanya, sehingga meskipun masing-masing  anggota memiliki peran sendiri-sendiri akan tetapi satu dengan lainnya saling berkaitan, sehingga proses penyelesaian untuk mencapai tujuan tersebut bisa lebih cepat dan mudah.
2.    Permasalahan dapat teratasi dengan mudah
Dalam suatu kehidupan, khususnya kehidupan berorganisasi, timbulnya permasalahan merupakan hal yang sudah biasa terjadi. Hal itu disebabkan karena masing-masing anggota memiliki karakter dan pendapat yang berbeda-beda. Dan tentu saja dalam kehidupan organisasi, masalah yang timbul tidak hanya dibebankan atau diputuskan oleh salah satu anggota saja, akan tetapi seluruh anggota harus ikut aktif dalam memecahkan permasalahan yang timbul tersebut agar tidak memberikan dampak akibat konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dengan demikian, maka para anggota akan terlatih tentang bagaimana bersikap serta menyikapi setiap permasalahan yang timbul dalam kehidupan masyarakat.
3.    Timbulnya semangat kerjasama
Mau tidak mau setiap anggota organisasi dituntut untuk ikut serta dalam setiap hal yang berkaitan dengan organisasi tersebut.  Dan dalam setiap hal yang berkaitan dengan orang banyak tentu tidak dapat dibebankan hanya pada satu orang saja, tetapi dibutuhkan kerjasama dari anggota lainnya. Dengan demikian, setiap anggota akan terpacu semangatnya untuk saling bekerja sama agar tujuan yang hendak mereka capai bisa terwujud.
4.    Mengembangkan kemampuan public speaking
Bagi sebagian orang, memiliki kemampuan dan keberanian untuk berbicara di depan umum merupakan hal yang tidak mudah, butuh waktu yang lama untuk melatih dirinya dapat memiliki kemampuan tersebut. Organisasi merupakan suatu wadah yang tepat bagi seseorang untuk dapat melatih dan mengembangkan kemampuan serta keberanian seseorang terkait public speaking, seperti menyampaikan pendapat, berpidato, dan lain sebagainya.
5.    Melatih jiwa kepemimpinan
Ada ungkapan yang menyatakan bahwa “Setiap orang dari kamu adalah pemimpin dan kamu bertanggung jawab terhadap kepemimpinan.” Maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa setiap orang pasti akan menjadi seorang pemimpin, baik itu bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Organisasi merupakan suatu wadah di mana jiwa kepemimpinan dalam diri kita bisa terasah, yaitu dengan mengedepankan kepentingan umum dibanding kepentingan pribadi. Selain itu, dalam suatu organisasi seseorang diajarkan bagaimanakah cara mengambil keputusan yang bijak dengan tidak merugikan pihak manapun.
6.    Dapat melatih seseorang untuk berinteraksi dengan berbagai karakter yang berbeda
Suatu organisasi tentu terdiri lebih dari satu orang, di mana orang yang satu dan yang lainnya memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Hal ini akan membantu melatih seseorang untuk dapat berinteraksi dengan orang yang lainnya tanpa membeda-bedakan satu dan lainnya.
7.    Memperluas wawasan dan pengetahuan seseorang
Kegiatan seminar, lokakarya, pelatihan, maupun kegiatan-kegiatan lain merupakan salah satu agenda yang ada dalam suatu organisasi seiring berjalannya pengaruh globalisasi. Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut nantinya akan dapat membantu menambah wawasan,pengetahuan, serta kompetensi yang dimiliki setiap orang yang bergabung di dalam organisasi tersebut.
8.    Dapat memperluas pergaulan seseorang
Dalam suatu organisasi terdapat keterkaitan di antara anggota yang satu dengan anggota lainnya. Ini adalah sebagai akibat dari interaksi dan kerjasama yang terjadi di antara sesama anggota organisasi tersebut. Dengan demikian maka hubungan pertemanan seseorang akan menjadi lebih luas.

Kerugian

 1.  Pengeluaran makin bertambah (materi) 
Dengan adanya kegiatan organisasi maka secara otomatis pengeluaranpun akan                                                ikut bertambah mulai dari pengeluaran ongkos maupun uang bensin jikalau organisasi melakukan pertemuan-pertemuan. Belum lagi uang makan dan minuman serta aksi-aksi sosial yang ingin dilakukan pada senuah organisasi. 

 2.  Waktu berkomunikasi sama keluarga berkurang
     Karena waktu yang panjang saat bertemu dengan sebuah organisasi maka secara                    otomatis waktu bersama keluargapun ikut berkurang mulai dari pulang yang agak      telat atau larut malam belum lagi pertemuan-pertemuan yang menyita waktu    sehingga keluarga di nomor dua kan membuat waktu bersama keluarga semakin    sedikit. 
3.   Waktu Istirahat Yang Kurang
      Pada saat seseorang mengikuti sebuah organisiasi maka kemungkinan orang     tersebut memiliki sedikit waktu istirahat karena padatnya pertemuan-pertemuan     pada organisasi tersebut.
4.   Kemungkinan Sakit Lebih Besar
      Hampir sama seperti yang nomer tiga, karena padatnya jadwal organisasi yang                mengakibatkan kurangnya istirahat sehingga menyebabkan sakit karena cukup             lelahnya jadwal pertemuan-pertemuan pada sebuah organisasi.

Sumber :
https://guruppkn.com/manfaat-organisasi


Rabu, 08 November 2017

Profesionalisme

Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional.

Ciri‐ciri profesionalisme:
1.Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.

Kode Etik Profesi
Kode yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang
disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan
atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang
sistematis.
Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai
landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan
tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.
Kode etik profesi sebetulnya tidak merupakan hal yang baru. Sudah lama diusahakan untuk
mengatur tingkah laku moral suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan akan dipegang teguh oleh seluruh kelompok itu.

Tujuan Kode Etik profesi :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.

Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang
digariskan.
2. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.


Sumber : :
http://ratnasariii.blogspot.co.id/2013/04/etika-profesi-profesionalisme-ciri-ciri.html

Rabu, 11 Oktober 2017

Etika Profesi 1

Nama : Rommel Gultom
NPM  : 29414796
Kelas  : 4IC11
Tugas  : Softskill

Pengertian Etika
            Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos” yang berati timbul dari kebiasaan, adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab.
Berikut ini merupakan dua sifat etika, yaitu :
Ø      Non-empirisFilsafat digolongkan sebagai ilmu non empiris. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang kongkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang kongkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala kongkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang kongkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Ø      Praktis Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”. Misalnya filsafat hukum mempelajari apa itu hukum. Akan tetapi etika tidak terbatas pada itu, melainkan bertanya tentang “apa yang harus dilakukan”. Dengan demikian etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. Tetapi ingat bahwa etika bukan praktis dalam arti menyajikan resep-resep siap pakai. Etika tidak bersifat teknis melainkan reflektif. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dan sebagainya, sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji.
            Perbedaan antara Etika dengan Etiket yaitu, Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Contohnya : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. “Jangan mencuri” merupakan suatu norma etika. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. Sedangkan Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Contohnya : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan, maka saya dianggap melanggat etiket. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian.
Pengertian Profesi
            Profesi adalah suatu pekerjaan yang melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian yang diperoleh dari lembaga pendidikan khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggung jawabkan. Seseorang yang menekuni suatu profesi tertentu disebut professional, sedangkan professional sendiri mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn profesinya.
Berikut ini merupakan ciri-ciri dari profesi, yaitu :
Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
Seorang professional harus memiliki pengetahuan teoretis  dan keterampilan mengenai bidang teknik yang ditekuni dan bisa diterapkan dalam pelaksanaanya atau prakteknya dalam kehidupan sehari-hari.
Asosiasi Profesional
Merupakan suatu badan organisasi yang biasanya diorganisasikan oleh anggota profesi yang bertujuan untuk meningkatkan status para anggotanya.
Pendidikan yang Ekstensi
Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi. Seorang professional dalam bidang teknik mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi baik itu dalam suatu pendidikan formal ataupun non formal.
  
Ujian Kompetisi
Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
Pelatihan institutional
Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
Lisensi
Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
Otonomi kerja
Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
Kode etik
Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
Mengatur diri
Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
Layanan publik dan altruism
Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
Status dan imbalan yang tinggi
Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.
Pengertian Etika Profesi
         Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi
Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan
Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi
Sumber :Sumber :


Kamis, 30 Maret 2017

Contoh Kasus Jatuhnya Pesawat KC-130B Hercules TNI AU


JATUHNYA PESAWAT KC-130B HERCULES TNI AU

                Militer Indonesia kembali harus berduka setelah satu unit pesawat angkut militer KC-130B Hercules dengan tail number A-1310 dari Skuadron 32 Malang, jatuh di Kota Medan Selasa (4 Juni 2015) siang. Pesawat transport kelas berat miliki Angkatan Udara Indonesia ini mengalami kecelakaan fatal beberapa menit setelah take off. Belum ada konfirmasi resmi terkait penyebab pasti kecelakaan karena masih dalam proses investigas. 

            Pesawat transport ini dikabarkan akan berangkat dari Lanud Medan menuju Lanud Pontianak dalam rangka tugas mengantarkan logistic dan personil TNI yang dirotasi lokasi tugasnya. Naas kecelakaan fatal ini membuat pesawat KC-130B Hercules TNI AU ini jatuh dan menimpa perumahan penduduk di sekitar Simpang Simalingkar Medan. Belum ada kepastian berapa jumlah korban, tetapi diperkirakaan korban lebih dari 100 orang telah meninggal. 

            Hal ini karena pesawat tersebut mengangkut sekitar 100 orang penumpang baik militer dan sipil serta memiliki 12 orang crew. Belum lagi korban di darat yang berada tepat dilokasi jatuhnya pesawat tersebut yang memang merupakan kawasan padat penduduk. Pesawat yang jatuh mengalami kerusakan parah dan membuat perumahan penduduk juga hancur serta terbakar hebat. 

            Pesawat Terbang Rendah dan Jatuh Beberapa Menit Kemudian Penulis sendiri pertama kali mendengar berita jatuhnya pesawat Hercules TNI AU ini sungguh terkejut. Apalagi berita itu penulis dengar hanya beberapa menit dari waktu kejadian dan belum ada media yang memberitakan. Apalagi lokasi jatuhnya pesawat tidak jauh dari kawasan. penduduk 

            Seorang teman penulis yang kebetulan berada di Jl. Jamin Ginting dekat lokasi jatuhnya pesawat menyebutkan, pesawat tersebut terbang sangat rendah sekali diatas Jl Jamin Ginting sebelum akhirnya jatuh tak jauh dari tempat beliau berada. Beberapa tetangga juga menyebutkan bahwa mereka melihat pesawat tersebut terbang dengan ketinggian yang sangat rendah sekali yang membuat mereka terkejut dan tak lama berselang mereka melihat pesawat menukik kebawah dan selanjutnya hanya terlihat kepulan asap hitam. 


            Pesawat KC-130B tail number A-1310 milik Indonesia sebelum jatuh di Medan.
Sampai kini belum bisa dipastikan apa yang menyebabkan kenapa pesawat tersebut bisa terbang dengan begitu rendahnya dan akhirnya jatuh. Kita harapkan pihak terkait bisa melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kecelakaannya serta bisa meminimalisir kejadian serupa terjadi di kemudian hari.

A. Tudingan Usia Pesawat jadi Factor Penyebab Kecelakaan?
            Pesawat KC-130B Hercules milik TNI AU yang jatuh di Medan kemarin siang memang adalah pesawat buatan tahun 1960an dan sudah dioperasikan oleh Indonesia sekitar 50 tahun. Dan selama 50 tahun pesawat ini sudah mengabdi bagi penegakan kedaulatan Indonesia. Namun benarkah usia tua ini yang menjadi factor penyebab kecelakaan pesawat Hercules Indonesia ini? 

            Pertanyaan ini sulit sekali dijawab dan dibuktikan secara ilmiah, karena harus menunggu investigasi dari pihak terkait sebelum sampai kepada kesimpulan penyebabnya. Namun sayangnya, banyak sekali orang di Indonesia ini yang begitu cepat mengambil kesimpulan bahwa factor umur pesawat adalah penyebab utamanya. Tanpa merasa bersalah, banyak sekali pihak yang langsung memberikan vonis terhadap umur pesawat ini. Ditambah lagi dengan banyaknya media yang memanaskan isu usia pesawat ini, sehingga seolah-olah sudah pasti usia pesawat adalah penyebabnya. 
           
            Padahal jika kita telusuri ada banyak sekali kecelakaan pesawat militer juga terjadi pada pesawat yang masih sangat baru sekali. Sebut saja kecelakaan pesawat angkut militer A-400 milik Turki yang merupakan pesawat yang benar benar baru. Namun di penerbangan perdananya, pesawat angkut kelas berat tersebut jatuh di Spanyol. Tidak hanya itu, ada banyak sekali yang menunjukkan bahwa factor usia belum tentu menjadi penyebab kecelakaan. 

            Lalu apa penyebab kecelakaannya? Tidak ada seorangpun yang tau saat ini sampai dengan hasil investigasi menyeluruh sudah selesai dilakukan pihak yang berwenang. Namun mirisnya, tipikal kebanyakan orang Indonesia sangat tidak sabar menunggu hasil investigasi dan cenderung untuk membuat vonis singkat tanpa merasa perlu menunggu investigasi lebih lanjut. Sedihnya lagi, tidak hanya masyarakat biasa, orang-orang berpengaruh di negeri ini pun tidak ketinggalan membuat vonis terlalu dini ini. 



            Usia pesawat yang memang benar sudah tua menjadi kambing hitam yang paling menarik bagi kebanyakan orang Indonesia untuk dipersalahkan. Lalu usia tua pesawat ini berkembang menjadi isu seolah-olah pemerintah melakukan pembiaran dan tidak perduli akan 
alutsista TNI tua yang ada di militer Indonesia. Pertanyaan dari penulis adalah benarkan pemerintah sama sekali tidak perduli dengan alutsista yang sudah uzur di militer Indonesia ini? Pertanyaan ini dilanjutkan apa latar belakang sehingga alutsista tua seperti pesawat KC-130B Hercules yang sudah tua ini masih beroperasi?

B. Latar Belakang Pesawat Hercules Uzur Masih Dipakai Militer Indonesia   
            Sayang sekali kebanyakan orang Indonesia tidak perduli apa latar belakang mengapa pesawat berumur uzur seperti KC-130B Hercules yang mengalami kecelakaan kemarin masih beroperasi. Kebanyakan orang Indonesia hanya perduli mencari siapa yang harus dipersalahkan dari kejadian ini, dan tidak perduli dengan profil atau latar belakangnya. Militer Indonesia sendiri memiliki sekitar 30 unit pesawat C-130 Hercules yang terdiri dari beberapa versi, diantaranya adalah versi C-130B, KC-130B, L-100 dan C-130H. Varian pesawat C-130B Hercules adalah pesawat Hercules pertama yang dibeli Indonesia dari Amerika Serikat sekitar tahun 1960an.
            Demikian juga dengan varian KC-130B yang merupakan varian khusus pesawat angkut yang sudah dimodisikasi untuk bisa menjadi pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara bagi pesawat tempur Indonesia lainnya. Pesawat Hercules yang jatuh di Medan kemarin adalah dari varian KC-130B ini.  Pesawat KC-130B Indonesia sedang melakukan pengisian pesawat di udara Sedangkan varian C-130H Hercules yang lebih baru dan lebih modern ini masih relative lebih muda dan lebih canggih secara teknologi dari varian C-130B/KC-130B yang sudah cukup tua.
            Dan saat ini pesawat transport kelas berat andalan militer Indonesia adalah varian C-130H Hercules, bukan C-130B lagi. Dan kedepannya semua varian C-130B/KC-130B akan digantikan dengan varian yang lebih muda dan lebih canggih yaitu C-130H Hercules. 

            Penulis sendiri percaya pemerintah sudah berupaya untuk menggantikan alutsista yang sudah berumur uzur di Militer Indonesia dengan 
alutsista baru. Termasuk menggantikan pesawat tempur KC-130B Hercules yang mengalami musibah kemarin. Namun kondisi keuangan negara yang terbatas dan besarnya biaya penggantian banyak sekali alutsista uzur tersebut, membuat pemerintah melakukan proses pergantian secara bertahap. 

           
            Dan kita ketahui bersama luas wilayah Indonesia yang sangat luas dan jumlah pesawat transport kelas berat C-130 Hercules milik Indonesia jumlahnya terbatas. Sehingga mau tidak mau, untuk mendukung mobilitas militer Indonesia, pesawat C-130B yang sudah uzur pun masih dipergunakan. Dan tidak ada masalah mengenai usia pesawat selama maintenance bagus dan batas jam terbang pesawat tersebut belum melewati batas jam terbang yang ditetapkan oleh pabrik pembuatnya. 

            Dilain sisi, pemerintah Indonesia juga sudah mengupayakan untuk dapat menggantikan pesawat C-130B Hercules yang sudah tua dengan C-130H Hercules yang lebih baru dan lebih canggih. Sebagaimana kita ketahui, beberapa tahun lalu, pemerintah Indonesia sudah menandatangani kontrak pembelian 5 unit pesawat transport C-130H Hercules yang merupakan pesawat bekas pakai Australia. Selain itu, pemerintah juga menerima 4 unit pesawat sejenis dalam skema hibah militer dari Australia. Sehingga secara total militer Indonesia akan menerima 9 unit pesawat C-130H Hercules untuk menggantikan pesawat C-130B Hercules yang lebih tua.
            Dukung Upaya Modernisasi Alutsista TNI Namun satu hal yang penulis setujui adalah bahwa proses modernisasi alutsista dan militer Indonesia harus terus dijalankan. Ada atau tidaknya kecelakaan yang menimpa pesawat KC-130B Hercules di Medan kemarin, upaya modernisasi sudah dijalankan. Hanya saja untuk merubah kondisi alutsista uzur digantikan alutsista canggih dan baru itu memerlukan dana dan waktu yang tidak sebentar. 



            

Selasa, 07 Februari 2017

Metodologi Penelitian Bab 4



BAB IV
DAFTAR PUSTAKA



Anonim. (1992). Basic Knowledge of Tire. Bogor : PT. Bridgestone Tire Indonesia.    
Anonim. (1992). Bridgestone Tire Advisor. Bogor : PT. Bridgestone Tire Indonesia. 
Anonim. (1992). Bridgestone Tire Maintenance. Bogor : PT. Bridgestone Tire Indonesia. 
Anonim. (1987). Dasar-dasar Automotive. Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor. 
Anonim. (1995). Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor. Anonim. (1995). New Step 1 Training Manual. Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor. William K. Tobold & Larry Johnson. (1977). Automotive Encyyclopedia. South Holland : The Good Heart – Wilcox Company Inc. Publisher.

Metodologi Penelitian Bab 3

BAB III
BAHAN DAN METODE

A.    Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Gunadarma untuk mensimulasikan kemampuan pada ban kendaraan dengan cara berbagai macam pemasangan atau penelitiaan pada struktur ban. Adapun waktu dengan pelaksanaan penelitian ini dilakukan dari bulan November 2016 sampai bulan Desember 2016.

B.      Alat dan Bahan
 a). Dongkrak
 b). Jack Stand
 c). Kunci Roda
 d). Roda dengan ring 13”
 e). Lap / majun
 f). Alat pengukur tekanan udara ban
      C.    Keselamatan Kerja
  a). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.
  b). Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera  
      pada lembar kerja.
  c). Jangan bekerja dibawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat.
       D.    Langkah Kerja
   a). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif dan seefisien
       mungkin.
   b). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh pembimbing.
   c).  Lakukan pemeriksaan roda dan analisis kontruksi jenis roda.
   d).  Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas.
   e).  Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah
       digunakan seperti keadaan semula.


           

PROSEDUR MELEPAS RODA
Melepas roda dari dudukan diperlukan apabila terjadi kebocoran ban, mengganti roda dengan yang baru, dan lainlain. Adapun momen pengerasannya : 103 N.m (1.050 kgf.cm, 76 ft.lbf) Sebelum melepas roda, perlu diperhatikan keselamatan kerja sebagai berikut :
a). Melepas kedua roda pada permukaan/ lantai yang rata.
b). Gunakan alat (kunci roda) sesuai dengan fungsinya.
c). Pada saat mengangkat kendaraan dengan menggunakan dongkrak, pastikan
     posisinya kuat.
d). Sebelum didongkrak sebaiknya mur-mur roda dikendorkan terlebih dahulu.
e). Pilihlah penyangga yang kuat menahan beban kendaraan.
f). Perhatikan benar-benar semua spesifikasi momen pengencangan baut. Gunakan  
     selalu kunci momen.
g). Mungkin SST (Alat Servis Khusus) diperlukan, tergantung pada sifat perbaikan.
     Gunakanlah SST apabila diinstruksikan dan ikuti prosedur sebaik-baiknya.
h). Pada saat mendongkrak dan menopang kendaraan, hendaknya berhati-hati.
     Tempatkan dongkrak dan penopang pada lokasi yang benar.
i). Apabila yang diangkat hanya bagian depan atau belakang saja, ganjal-lah roda demi
     keselamatan.
j). Setelah kendaraan didongkrak, jangan lupa menopangnya. Adalah sangat berbahaya;
    mengerjakan perbaikan dengan kendaraan diangkat tanpa penopang, walau hanya
    untuk pekerjaan yang kecil dan sebentar sekalipun.




PEMERIKSAAN BAN LUAR
1). Kesesuaian ban terhadap pelek yang digunakan. Ukuran ban harus sesuai dengan    pelek yang digunakan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat ukuran ban yang tertera pada sidewall dan dibandingkan dengan ukuran pelek yang digunakan. Ukuran pelek biasanya tertera pada pelek tersebut. Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan akibat seperti telah diuraikan di atas. Penting juga memeriksa run out pelek roda, yaitu seperti gambar dibawah ini.
Hasil gambar untuk PEMERIKSAAN run out roda
Memeriksa Run Out Pelek
Pemeriksaan keausan ban.
2). Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti.
Hasil gambar untuk PEMERIKSAAN keausan ban
Keausan Pada Ban
PROSEDUR PEMERIKSAAN BAN DALAM DAN BAN LUAR
1). Memeriksa Kerusakan Ban Luar Prosedur Pemeriksaan Kerusakan Ban
     a). Bersihkan seluruh permukaan ban dari kotoran dan benda-benda asing yang  
          menempel, bila perlu cuci dengan air bersih.
     b). Secara visual, periksa kesesuaian ukuran ban dengan pelek.
     c). Secara visual, periksa ban jika terdapat cacat atau rusak pada sisi luar dan sisi
          dalam dari ban. Kerusakan yang sering terjadi pada ban diantaranya : ply-cord  
           putus (C.B.U), retak alur, rusak luar telapak, retak dinding samping, kerusakan
           bead, lapisan ban terpisah (separation), dan kebocoran/perbaikan yang tidak
           sempurna pada ban tubeless.
     d). Secara visual, periksa perubahan bentuk/keausan pada pola ban. Keausan yang
          sering terjadi pada ban adalah keausan normal dan keausan yang tidak normal,
          yakni : aus pada shoulder, aus pada bagian tengah tread, aus sebelah luar/dalam,
          aus menyamping/berbulu, aus tidak rata (spot wear), dan toe-and-heel.

Prosedur Pemeriksaan Ban dalam
       a). Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing  
            yang menempel.
       b). Periksa kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus
            menggunakan ukuran dan jenis yang sama. Ban luar radial harus menggunakan
            ban dalam radial juga.
       c). Periksa keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya
             telah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling
             penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. d). Periksa kondisi
             pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet, karatan, bocor)
             tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak
             (karatan/bocor) menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada
             dan terpasang.
        e). Periksa karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada
              bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan
              yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru.

Memeriksa dan Mengatur Tekanan Udara Ban
a). Item yang perlu disiapkan:
     (1) Alat ukur ban
     (2) Chock udara untuk ban
     (3) Udara bertekanan

 b). Prosedur
      (1) Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal (bila  
            ban masih terpasang).
       (2) Periksa tekanan udara ban.
       (3) Pompa ban.
       (4) Atur tekanan udara sesuai spesifikasi.
       (5) Ban Siap digunakkan

PEMERIKSAAN BAN DALAM
Pemeriksaan ban dalam meliputi :
1). Kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus menggunakan  
     ukuran dan jenis yang sama.
2).   Keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah
       mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban
       luar pada bagian dalam harus diganti baru.
 3). Kondisi pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet, karatan, bocor)
      tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak (karatan/bocor)
      menunjukkan ban dalam harus diganti
 4). Karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada bagian yang
       lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu
       banyak juga harus diganti baru.

Hal-hal yang penting harus diperhatikan saat perbaikan
1). Selalu periksa tekanan ban untuk menghindari keausan yang tidak rata. Lihat buku
      petunjuk bengkel untuk tekanan ban.
2). Pastikan ban yang double (belakang) bertekanan yang sama.
 3). Pastikan tidak ada benda asing pada permukaan kontak antara roda dan tromol rem        
      pada saat pemasangan agar tidak terjadi perubahan bentuk (deformasi) dan
      kencangkan baut roda secara merata. Deformasi tromol rem mengakibatkan getaran
      saat pengereman.
4). Ukur play roda seperti pada gambar untuk mengetahui adanya deformasi serta

      kondisi pemasangan.