Selasa, 07 Februari 2017

Metodologi Penelitian Bab 4



BAB IV
DAFTAR PUSTAKA



Anonim. (1992). Basic Knowledge of Tire. Bogor : PT. Bridgestone Tire Indonesia.    
Anonim. (1992). Bridgestone Tire Advisor. Bogor : PT. Bridgestone Tire Indonesia. 
Anonim. (1992). Bridgestone Tire Maintenance. Bogor : PT. Bridgestone Tire Indonesia. 
Anonim. (1987). Dasar-dasar Automotive. Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor. 
Anonim. (1995). Materi Pelajaran Chassis Group Step 2. Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor. Anonim. (1995). New Step 1 Training Manual. Jakarta : PT. Toyota – Astra Motor. William K. Tobold & Larry Johnson. (1977). Automotive Encyyclopedia. South Holland : The Good Heart – Wilcox Company Inc. Publisher.

Metodologi Penelitian Bab 3

BAB III
BAHAN DAN METODE

A.    Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Gunadarma untuk mensimulasikan kemampuan pada ban kendaraan dengan cara berbagai macam pemasangan atau penelitiaan pada struktur ban. Adapun waktu dengan pelaksanaan penelitian ini dilakukan dari bulan November 2016 sampai bulan Desember 2016.

B.      Alat dan Bahan
 a). Dongkrak
 b). Jack Stand
 c). Kunci Roda
 d). Roda dengan ring 13”
 e). Lap / majun
 f). Alat pengukur tekanan udara ban
      C.    Keselamatan Kerja
  a). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.
  b). Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera  
      pada lembar kerja.
  c). Jangan bekerja dibawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan kuat.
       D.    Langkah Kerja
   a). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif dan seefisien
       mungkin.
   b). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh pembimbing.
   c).  Lakukan pemeriksaan roda dan analisis kontruksi jenis roda.
   d).  Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas.
   e).  Setelah selesai, bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah
       digunakan seperti keadaan semula.


           

PROSEDUR MELEPAS RODA
Melepas roda dari dudukan diperlukan apabila terjadi kebocoran ban, mengganti roda dengan yang baru, dan lainlain. Adapun momen pengerasannya : 103 N.m (1.050 kgf.cm, 76 ft.lbf) Sebelum melepas roda, perlu diperhatikan keselamatan kerja sebagai berikut :
a). Melepas kedua roda pada permukaan/ lantai yang rata.
b). Gunakan alat (kunci roda) sesuai dengan fungsinya.
c). Pada saat mengangkat kendaraan dengan menggunakan dongkrak, pastikan
     posisinya kuat.
d). Sebelum didongkrak sebaiknya mur-mur roda dikendorkan terlebih dahulu.
e). Pilihlah penyangga yang kuat menahan beban kendaraan.
f). Perhatikan benar-benar semua spesifikasi momen pengencangan baut. Gunakan  
     selalu kunci momen.
g). Mungkin SST (Alat Servis Khusus) diperlukan, tergantung pada sifat perbaikan.
     Gunakanlah SST apabila diinstruksikan dan ikuti prosedur sebaik-baiknya.
h). Pada saat mendongkrak dan menopang kendaraan, hendaknya berhati-hati.
     Tempatkan dongkrak dan penopang pada lokasi yang benar.
i). Apabila yang diangkat hanya bagian depan atau belakang saja, ganjal-lah roda demi
     keselamatan.
j). Setelah kendaraan didongkrak, jangan lupa menopangnya. Adalah sangat berbahaya;
    mengerjakan perbaikan dengan kendaraan diangkat tanpa penopang, walau hanya
    untuk pekerjaan yang kecil dan sebentar sekalipun.




PEMERIKSAAN BAN LUAR
1). Kesesuaian ban terhadap pelek yang digunakan. Ukuran ban harus sesuai dengan    pelek yang digunakan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat ukuran ban yang tertera pada sidewall dan dibandingkan dengan ukuran pelek yang digunakan. Ukuran pelek biasanya tertera pada pelek tersebut. Pemakaian pelek yang tidak sempurna akan mengakibatkan akibat seperti telah diuraikan di atas. Penting juga memeriksa run out pelek roda, yaitu seperti gambar dibawah ini.
Hasil gambar untuk PEMERIKSAAN run out roda
Memeriksa Run Out Pelek
Pemeriksaan keausan ban.
2). Keausan ban dapat dilihat dengan melihat indikator keausan ban pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti.
Hasil gambar untuk PEMERIKSAAN keausan ban
Keausan Pada Ban
PROSEDUR PEMERIKSAAN BAN DALAM DAN BAN LUAR
1). Memeriksa Kerusakan Ban Luar Prosedur Pemeriksaan Kerusakan Ban
     a). Bersihkan seluruh permukaan ban dari kotoran dan benda-benda asing yang  
          menempel, bila perlu cuci dengan air bersih.
     b). Secara visual, periksa kesesuaian ukuran ban dengan pelek.
     c). Secara visual, periksa ban jika terdapat cacat atau rusak pada sisi luar dan sisi
          dalam dari ban. Kerusakan yang sering terjadi pada ban diantaranya : ply-cord  
           putus (C.B.U), retak alur, rusak luar telapak, retak dinding samping, kerusakan
           bead, lapisan ban terpisah (separation), dan kebocoran/perbaikan yang tidak
           sempurna pada ban tubeless.
     d). Secara visual, periksa perubahan bentuk/keausan pada pola ban. Keausan yang
          sering terjadi pada ban adalah keausan normal dan keausan yang tidak normal,
          yakni : aus pada shoulder, aus pada bagian tengah tread, aus sebelah luar/dalam,
          aus menyamping/berbulu, aus tidak rata (spot wear), dan toe-and-heel.

Prosedur Pemeriksaan Ban dalam
       a). Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing  
            yang menempel.
       b). Periksa kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus
            menggunakan ukuran dan jenis yang sama. Ban luar radial harus menggunakan
            ban dalam radial juga.
       c). Periksa keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya
             telah mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling
             penampang ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. d). Periksa kondisi
             pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet, karatan, bocor)
             tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak
             (karatan/bocor) menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada
             dan terpasang.
        e). Periksa karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada
              bagian yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan
              yang sudah terlalu banyak juga harus diganti baru.

Memeriksa dan Mengatur Tekanan Udara Ban
a). Item yang perlu disiapkan:
     (1) Alat ukur ban
     (2) Chock udara untuk ban
     (3) Udara bertekanan

 b). Prosedur
      (1) Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal (bila  
            ban masih terpasang).
       (2) Periksa tekanan udara ban.
       (3) Pompa ban.
       (4) Atur tekanan udara sesuai spesifikasi.
       (5) Ban Siap digunakkan

PEMERIKSAAN BAN DALAM
Pemeriksaan ban dalam meliputi :
1). Kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus menggunakan  
     ukuran dan jenis yang sama.
2).   Keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya telah
       mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban
       luar pada bagian dalam harus diganti baru.
 3). Kondisi pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet, karatan, bocor)
      tidak layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak (karatan/bocor)
      menunjukkan ban dalam harus diganti
 4). Karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada bagian yang
       lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu
       banyak juga harus diganti baru.

Hal-hal yang penting harus diperhatikan saat perbaikan
1). Selalu periksa tekanan ban untuk menghindari keausan yang tidak rata. Lihat buku
      petunjuk bengkel untuk tekanan ban.
2). Pastikan ban yang double (belakang) bertekanan yang sama.
 3). Pastikan tidak ada benda asing pada permukaan kontak antara roda dan tromol rem        
      pada saat pemasangan agar tidak terjadi perubahan bentuk (deformasi) dan
      kencangkan baut roda secara merata. Deformasi tromol rem mengakibatkan getaran
      saat pengereman.
4). Ukur play roda seperti pada gambar untuk mengetahui adanya deformasi serta

      kondisi pemasangan.