BAB
III
BAHAN
DAN METODE
A.
Waktu
Dan Tempat Penelitian Penelitian
Penelitian ini dilakukan di
Laboratorium Teknik Mesin Universitas Gunadarma untuk mensimulasikan kemampuan
pada ban kendaraan dengan cara berbagai macam pemasangan atau penelitiaan pada
struktur ban. Adapun waktu dengan pelaksanaan penelitian ini dilakukan dari
bulan November 2016 sampai bulan Desember 2016.
B.
Alat
dan Bahan
a). Dongkrak
b). Jack Stand
c). Kunci Roda
d). Roda dengan ring 13”
e). Lap / majun
f). Alat pengukur tekanan udara ban
C. Keselamatan Kerja
a). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya.
b). Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang
tertera
pada lembar kerja.
c). Jangan bekerja dibawah kendaraan yang tidak di jack stand dengan
kuat.
D. Langkah Kerja
a). Persiapkan alat dan bahan
praktikum secara cermat, efektif dan seefisien
mungkin.
b). Perhatikan instruksi praktikum
yang disampaikan oleh pembimbing.
c). Lakukan pemeriksaan roda dan analisis
kontruksi jenis roda.
d). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan
praktikum secara ringkas.
e). Setelah selesai, bereskan kembali peralatan
dan bahan yang telah
digunakan seperti keadaan semula.
PROSEDUR
MELEPAS RODA
Melepas roda dari dudukan diperlukan apabila terjadi
kebocoran ban, mengganti roda dengan yang baru, dan lainlain. Adapun momen
pengerasannya : 103 N.m (1.050 kgf.cm, 76 ft.lbf) Sebelum melepas roda, perlu
diperhatikan keselamatan kerja sebagai berikut :
a). Melepas kedua roda pada permukaan/ lantai yang
rata.
b). Gunakan alat (kunci roda) sesuai dengan
fungsinya.
c). Pada saat mengangkat kendaraan dengan
menggunakan dongkrak, pastikan
posisinya kuat.
d). Sebelum didongkrak sebaiknya mur-mur roda dikendorkan
terlebih dahulu.
e). Pilihlah penyangga yang kuat menahan beban
kendaraan.
f). Perhatikan benar-benar semua spesifikasi momen
pengencangan baut. Gunakan
selalu
kunci momen.
g). Mungkin SST (Alat Servis Khusus) diperlukan,
tergantung pada sifat perbaikan.
Gunakanlah
SST apabila diinstruksikan dan ikuti prosedur sebaik-baiknya.
h). Pada saat mendongkrak dan menopang kendaraan,
hendaknya berhati-hati.
Tempatkan
dongkrak dan penopang pada lokasi yang benar.
i). Apabila yang diangkat hanya bagian depan atau
belakang saja, ganjal-lah roda demi
keselamatan.
j). Setelah kendaraan didongkrak, jangan lupa
menopangnya. Adalah sangat berbahaya;
mengerjakan
perbaikan dengan kendaraan diangkat tanpa penopang, walau hanya
untuk
pekerjaan yang kecil dan sebentar sekalipun.
PEMERIKSAAN
BAN LUAR
1). Kesesuaian ban terhadap pelek yang digunakan.
Ukuran ban harus sesuai dengan pelek
yang digunakan. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat ukuran ban yang
tertera pada sidewall dan dibandingkan dengan ukuran pelek yang digunakan.
Ukuran pelek biasanya tertera pada pelek tersebut. Pemakaian pelek yang tidak
sempurna akan mengakibatkan akibat seperti telah diuraikan di atas. Penting
juga memeriksa run out pelek roda, yaitu seperti gambar dibawah ini.
Memeriksa
Run Out Pelek
Pemeriksaan
keausan ban.
2). Keausan ban dapat dilihat dengan melihat
indikator keausan ban pada tread. Apabila keausan tread mencapai indikator, hal
ini menunjukkan batas keausan ban dan saatnya ban harus diganti.
Keausan
Pada Ban
PROSEDUR
PEMERIKSAAN BAN DALAM DAN BAN LUAR
1). Memeriksa Kerusakan Ban Luar Prosedur
Pemeriksaan Kerusakan Ban
a).
Bersihkan seluruh permukaan ban dari kotoran dan benda-benda asing yang
menempel,
bila perlu cuci dengan air bersih.
b). Secara visual, periksa kesesuaian ukuran
ban dengan pelek.
c). Secara visual, periksa ban jika terdapat
cacat atau rusak pada sisi luar dan sisi
dalam
dari ban. Kerusakan yang sering terjadi pada ban diantaranya : ply-cord
putus
(C.B.U), retak alur, rusak luar telapak, retak dinding samping, kerusakan
bead,
lapisan ban terpisah (separation), dan kebocoran/perbaikan yang tidak
sempurna
pada ban tubeless.
d).
Secara visual, periksa perubahan bentuk/keausan pada pola ban. Keausan yang
sering
terjadi pada ban adalah keausan normal dan keausan yang tidak normal,
yakni
: aus pada shoulder, aus pada bagian tengah tread, aus sebelah luar/dalam,
aus
menyamping/berbulu, aus tidak rata (spot wear), dan toe-and-heel.
Prosedur
Pemeriksaan Ban dalam
a).
Bersihkan seluruh permukaan ban dalam dari kotoran dan benda-benda asing
yang
menempel.
b).
Periksa kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban dalam dan luar harus
menggunakan
ukuran dan jenis yang sama. Ban luar radial harus menggunakan
ban dalam radial juga.
c).
Periksa keliling penampang luar. Ban dalam yang keliling penampang luarnya
telah
mengembang sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling
penampang
ban luar pada bagian dalam harus diganti baru. d). Periksa kondisi
pentil.
Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet, karatan, bocor)
tidak
layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak
(karatan/bocor)
menunjukkan ban dalam harus diganti. Pastikan tutup pentil ada
dan
terpasang.
e).
Periksa karet ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada
bagian
yang lunak karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan
yang
sudah terlalu banyak juga harus diganti baru.
Memeriksa
dan Mengatur Tekanan Udara Ban
a). Item yang perlu disiapkan:
(1) Alat
ukur ban
(2) Chock
udara untuk ban
(3) Udara bertekanan
b). Prosedur
(1)
Pastikan bahwa kendaraan berada pada tempat yang rata dan roda diganjal (bila
ban
masih terpasang).
(2) Periksa tekanan udara ban.
(3)
Pompa ban.
(4) Atur tekanan udara sesuai spesifikasi.
(5) Ban
Siap digunakkan
PEMERIKSAAN
BAN DALAM
Pemeriksaan ban dalam meliputi :
1). Kesesuaian dengan ban luar yang dipakai. Ban
dalam dan luar harus menggunakan
ukuran
dan jenis yang sama.
2). Keliling penampang luar. Ban dalam yang
keliling penampang luarnya telah
mengembang
sampai 92% atau lebih, dibandingkan dengan keliling penampang ban
luar
pada bagian dalam harus diganti baru.
3). Kondisi
pentil. Pentil yang sudah tidak bekerja dengan baik (macet, karatan, bocor)
tidak
layak pakai dan harus diganti baru. Batang pentil yang rusak (karatan/bocor)
menunjukkan
ban dalam harus diganti
4). Karet
ban. Ban dalam yang sudah aus, melipat, sobek ataupun ada bagian yang
lunak
karetnya harus diganti baru. Ban dalam dengan tambalan yang sudah terlalu
banyak
juga harus diganti baru.
Hal-hal
yang penting harus diperhatikan saat perbaikan
1). Selalu periksa tekanan ban untuk menghindari
keausan yang tidak rata. Lihat buku
petunjuk
bengkel untuk tekanan ban.
2). Pastikan ban yang double (belakang) bertekanan
yang sama.
3). Pastikan
tidak ada benda asing pada permukaan kontak antara roda dan tromol rem
pada
saat pemasangan agar tidak terjadi perubahan bentuk (deformasi) dan
kencangkan
baut roda secara merata. Deformasi tromol rem mengakibatkan getaran
saat
pengereman.
4). Ukur play roda seperti pada gambar untuk
mengetahui adanya deformasi serta
kondisi
pemasangan.