JATUHNYA PESAWAT KC-130B HERCULES TNI AU
Militer
Indonesia kembali harus berduka setelah satu unit pesawat angkut militer
KC-130B Hercules dengan tail number A-1310 dari Skuadron 32 Malang, jatuh di
Kota Medan Selasa (4 Juni 2015) siang. Pesawat transport kelas berat miliki
Angkatan Udara Indonesia ini mengalami kecelakaan fatal beberapa menit setelah
take off. Belum ada konfirmasi resmi terkait penyebab pasti kecelakaan karena
masih dalam proses investigas.
Pesawat transport ini dikabarkan akan berangkat dari Lanud Medan menuju Lanud Pontianak dalam rangka tugas mengantarkan logistic dan personil TNI yang dirotasi lokasi tugasnya. Naas kecelakaan fatal ini membuat pesawat KC-130B Hercules TNI AU ini jatuh dan menimpa perumahan penduduk di sekitar Simpang Simalingkar Medan. Belum ada kepastian berapa jumlah korban, tetapi diperkirakaan korban lebih dari 100 orang telah meninggal.
Hal ini karena pesawat tersebut mengangkut sekitar 100 orang penumpang baik militer dan sipil serta memiliki 12 orang crew. Belum lagi korban di darat yang berada tepat dilokasi jatuhnya pesawat tersebut yang memang merupakan kawasan padat penduduk. Pesawat yang jatuh mengalami kerusakan parah dan membuat perumahan penduduk juga hancur serta terbakar hebat.
Pesawat transport ini dikabarkan akan berangkat dari Lanud Medan menuju Lanud Pontianak dalam rangka tugas mengantarkan logistic dan personil TNI yang dirotasi lokasi tugasnya. Naas kecelakaan fatal ini membuat pesawat KC-130B Hercules TNI AU ini jatuh dan menimpa perumahan penduduk di sekitar Simpang Simalingkar Medan. Belum ada kepastian berapa jumlah korban, tetapi diperkirakaan korban lebih dari 100 orang telah meninggal.
Hal ini karena pesawat tersebut mengangkut sekitar 100 orang penumpang baik militer dan sipil serta memiliki 12 orang crew. Belum lagi korban di darat yang berada tepat dilokasi jatuhnya pesawat tersebut yang memang merupakan kawasan padat penduduk. Pesawat yang jatuh mengalami kerusakan parah dan membuat perumahan penduduk juga hancur serta terbakar hebat.
Pesawat
Terbang Rendah dan Jatuh Beberapa Menit Kemudian Penulis sendiri pertama kali mendengar berita jatuhnya
pesawat Hercules TNI AU ini sungguh terkejut. Apalagi berita itu penulis dengar
hanya beberapa menit dari waktu kejadian dan belum ada media yang memberitakan.
Apalagi lokasi jatuhnya pesawat tidak jauh dari kawasan. penduduk
Seorang teman penulis yang kebetulan berada di Jl. Jamin Ginting dekat lokasi jatuhnya pesawat menyebutkan, pesawat tersebut terbang sangat rendah sekali diatas Jl Jamin Ginting sebelum akhirnya jatuh tak jauh dari tempat beliau berada. Beberapa tetangga juga menyebutkan bahwa mereka melihat pesawat tersebut terbang dengan ketinggian yang sangat rendah sekali yang membuat mereka terkejut dan tak lama berselang mereka melihat pesawat menukik kebawah dan selanjutnya hanya terlihat kepulan asap hitam.
Seorang teman penulis yang kebetulan berada di Jl. Jamin Ginting dekat lokasi jatuhnya pesawat menyebutkan, pesawat tersebut terbang sangat rendah sekali diatas Jl Jamin Ginting sebelum akhirnya jatuh tak jauh dari tempat beliau berada. Beberapa tetangga juga menyebutkan bahwa mereka melihat pesawat tersebut terbang dengan ketinggian yang sangat rendah sekali yang membuat mereka terkejut dan tak lama berselang mereka melihat pesawat menukik kebawah dan selanjutnya hanya terlihat kepulan asap hitam.
Pesawat
KC-130B tail number A-1310 milik Indonesia sebelum jatuh di Medan.
Sampai kini belum bisa dipastikan apa yang menyebabkan kenapa pesawat tersebut bisa terbang dengan begitu rendahnya dan akhirnya jatuh. Kita harapkan pihak terkait bisa melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kecelakaannya serta bisa meminimalisir kejadian serupa terjadi di kemudian hari.
Sampai kini belum bisa dipastikan apa yang menyebabkan kenapa pesawat tersebut bisa terbang dengan begitu rendahnya dan akhirnya jatuh. Kita harapkan pihak terkait bisa melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kecelakaannya serta bisa meminimalisir kejadian serupa terjadi di kemudian hari.
A. Tudingan Usia Pesawat jadi Factor Penyebab Kecelakaan?
Pesawat
KC-130B Hercules milik TNI AU yang jatuh di Medan kemarin siang memang adalah
pesawat buatan tahun 1960an dan sudah dioperasikan oleh Indonesia sekitar 50
tahun. Dan selama 50 tahun pesawat ini sudah mengabdi bagi penegakan kedaulatan
Indonesia. Namun benarkah usia tua ini yang menjadi factor penyebab kecelakaan
pesawat Hercules Indonesia ini?
Pertanyaan ini sulit sekali dijawab dan dibuktikan secara ilmiah, karena harus menunggu investigasi dari pihak terkait sebelum sampai kepada kesimpulan penyebabnya. Namun sayangnya, banyak sekali orang di Indonesia ini yang begitu cepat mengambil kesimpulan bahwa factor umur pesawat adalah penyebab utamanya. Tanpa merasa bersalah, banyak sekali pihak yang langsung memberikan vonis terhadap umur pesawat ini. Ditambah lagi dengan banyaknya media yang memanaskan isu usia pesawat ini, sehingga seolah-olah sudah pasti usia pesawat adalah penyebabnya.
Pertanyaan ini sulit sekali dijawab dan dibuktikan secara ilmiah, karena harus menunggu investigasi dari pihak terkait sebelum sampai kepada kesimpulan penyebabnya. Namun sayangnya, banyak sekali orang di Indonesia ini yang begitu cepat mengambil kesimpulan bahwa factor umur pesawat adalah penyebab utamanya. Tanpa merasa bersalah, banyak sekali pihak yang langsung memberikan vonis terhadap umur pesawat ini. Ditambah lagi dengan banyaknya media yang memanaskan isu usia pesawat ini, sehingga seolah-olah sudah pasti usia pesawat adalah penyebabnya.
Padahal
jika kita telusuri ada banyak sekali kecelakaan pesawat militer juga terjadi pada
pesawat yang masih sangat baru sekali. Sebut saja kecelakaan pesawat angkut
militer A-400 milik Turki yang merupakan pesawat yang benar benar baru. Namun
di penerbangan perdananya, pesawat angkut kelas berat tersebut jatuh di
Spanyol. Tidak hanya itu, ada banyak sekali yang menunjukkan bahwa factor usia
belum tentu menjadi penyebab kecelakaan.
Lalu apa penyebab kecelakaannya? Tidak ada seorangpun yang tau saat ini sampai dengan hasil investigasi menyeluruh sudah selesai dilakukan pihak yang berwenang. Namun mirisnya, tipikal kebanyakan orang Indonesia sangat tidak sabar menunggu hasil investigasi dan cenderung untuk membuat vonis singkat tanpa merasa perlu menunggu investigasi lebih lanjut. Sedihnya lagi, tidak hanya masyarakat biasa, orang-orang berpengaruh di negeri ini pun tidak ketinggalan membuat vonis terlalu dini ini.
Lalu apa penyebab kecelakaannya? Tidak ada seorangpun yang tau saat ini sampai dengan hasil investigasi menyeluruh sudah selesai dilakukan pihak yang berwenang. Namun mirisnya, tipikal kebanyakan orang Indonesia sangat tidak sabar menunggu hasil investigasi dan cenderung untuk membuat vonis singkat tanpa merasa perlu menunggu investigasi lebih lanjut. Sedihnya lagi, tidak hanya masyarakat biasa, orang-orang berpengaruh di negeri ini pun tidak ketinggalan membuat vonis terlalu dini ini.
Usia pesawat yang memang benar sudah tua menjadi kambing hitam yang paling menarik bagi kebanyakan orang Indonesia untuk dipersalahkan. Lalu usia tua pesawat ini berkembang menjadi isu seolah-olah pemerintah melakukan pembiaran dan tidak perduli akan alutsista TNI tua yang ada di militer Indonesia. Pertanyaan dari penulis adalah benarkan pemerintah sama sekali tidak perduli dengan alutsista yang sudah uzur di militer Indonesia ini? Pertanyaan ini dilanjutkan apa latar belakang sehingga alutsista tua seperti pesawat KC-130B Hercules yang sudah tua ini masih beroperasi?
B. Latar Belakang Pesawat Hercules Uzur Masih Dipakai Militer
Indonesia
Sayang
sekali kebanyakan orang Indonesia tidak perduli apa latar belakang mengapa
pesawat berumur uzur seperti KC-130B Hercules yang mengalami kecelakaan kemarin
masih beroperasi. Kebanyakan orang Indonesia hanya perduli mencari siapa yang
harus dipersalahkan dari kejadian ini, dan tidak perduli dengan profil atau latar
belakangnya. Militer Indonesia
sendiri memiliki sekitar 30 unit pesawat C-130 Hercules yang terdiri dari
beberapa versi, diantaranya adalah versi C-130B, KC-130B, L-100 dan C-130H.
Varian pesawat C-130B Hercules adalah pesawat Hercules pertama yang dibeli
Indonesia dari Amerika Serikat sekitar tahun 1960an.
Demikian
juga dengan varian KC-130B yang merupakan varian khusus pesawat angkut yang
sudah dimodisikasi untuk bisa menjadi pesawat
tanker pengisi bahan bakar di udara bagi pesawat
tempur Indonesia lainnya.
Pesawat Hercules yang jatuh di Medan kemarin adalah dari varian KC-130B ini. Pesawat KC-130B Indonesia sedang
melakukan pengisian pesawat di udara Sedangkan varian C-130H Hercules yang
lebih baru dan lebih modern ini masih relative lebih muda dan lebih canggih
secara teknologi dari varian C-130B/KC-130B yang sudah cukup tua.
Dan
saat ini pesawat transport kelas berat andalan militer Indonesia adalah varian C-130H Hercules, bukan C-130B lagi. Dan
kedepannya semua varian C-130B/KC-130B akan digantikan dengan varian yang lebih
muda dan lebih canggih yaitu C-130H Hercules.
Penulis sendiri percaya pemerintah sudah berupaya untuk menggantikan alutsista yang sudah berumur uzur di Militer Indonesia dengan alutsista baru. Termasuk menggantikan pesawat tempur KC-130B Hercules yang mengalami musibah kemarin. Namun kondisi keuangan negara yang terbatas dan besarnya biaya penggantian banyak sekali alutsista uzur tersebut, membuat pemerintah melakukan proses pergantian secara bertahap.
Penulis sendiri percaya pemerintah sudah berupaya untuk menggantikan alutsista yang sudah berumur uzur di Militer Indonesia dengan alutsista baru. Termasuk menggantikan pesawat tempur KC-130B Hercules yang mengalami musibah kemarin. Namun kondisi keuangan negara yang terbatas dan besarnya biaya penggantian banyak sekali alutsista uzur tersebut, membuat pemerintah melakukan proses pergantian secara bertahap.
Dan
kita ketahui bersama luas wilayah Indonesia yang sangat luas dan jumlah pesawat
transport kelas berat C-130 Hercules milik Indonesia jumlahnya terbatas.
Sehingga mau tidak mau, untuk mendukung mobilitas militer Indonesia, pesawat
C-130B yang sudah uzur pun masih dipergunakan. Dan tidak ada masalah mengenai
usia pesawat selama maintenance bagus dan batas jam terbang pesawat tersebut
belum melewati batas jam terbang yang ditetapkan oleh pabrik pembuatnya.
Dilain sisi, pemerintah Indonesia juga sudah mengupayakan untuk dapat menggantikan pesawat C-130B Hercules yang sudah tua dengan C-130H Hercules yang lebih baru dan lebih canggih. Sebagaimana kita ketahui, beberapa tahun lalu, pemerintah Indonesia sudah menandatangani kontrak pembelian 5 unit pesawat transport C-130H Hercules yang merupakan pesawat bekas pakai Australia. Selain itu, pemerintah juga menerima 4 unit pesawat sejenis dalam skema hibah militer dari Australia. Sehingga secara total militer Indonesia akan menerima 9 unit pesawat C-130H Hercules untuk menggantikan pesawat C-130B Hercules yang lebih tua.
Dilain sisi, pemerintah Indonesia juga sudah mengupayakan untuk dapat menggantikan pesawat C-130B Hercules yang sudah tua dengan C-130H Hercules yang lebih baru dan lebih canggih. Sebagaimana kita ketahui, beberapa tahun lalu, pemerintah Indonesia sudah menandatangani kontrak pembelian 5 unit pesawat transport C-130H Hercules yang merupakan pesawat bekas pakai Australia. Selain itu, pemerintah juga menerima 4 unit pesawat sejenis dalam skema hibah militer dari Australia. Sehingga secara total militer Indonesia akan menerima 9 unit pesawat C-130H Hercules untuk menggantikan pesawat C-130B Hercules yang lebih tua.
Dukung
Upaya Modernisasi Alutsista TNI Namun
satu hal yang penulis setujui adalah bahwa proses modernisasi alutsista dan militer Indonesia harus terus dijalankan. Ada atau tidaknya kecelakaan yang
menimpa pesawat KC-130B Hercules di Medan kemarin, upaya modernisasi sudah
dijalankan. Hanya saja untuk merubah kondisi alutsista uzur digantikan
alutsista canggih dan baru itu memerlukan dana dan waktu yang tidak sebentar.
Ciye cerita niye bukan life time yang baik wkwkwkwk 😜
BalasHapus